Situs Megalitikum Pekauman menjadi Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB). PIMB dibangun sebagai sarana edukasi dan mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkait megalitikum Bondowoso. Situs Megalitikum Pekauman memiliki sejumlah objek tersebar di sekitar situs, namun seluruh  informasi tentang objek-objek tersebut dapat ditemukan di PIMB.

 

Museum Kereta Api Bondowoso merupakan museum kereta api pertama di Jawa Timur dan keempat di Indonesia. Museum Kereta Api Bondowoso sangat lekat dengan peristiwa sejarah besar Tragedi Gerbong Maut yang menewaskan 46  orang pejuang Indonesia yang melawan Agresi Militer Belanda. Museum Kereta Api Bondowoso memiliki sejumlah koleksi terkait dengan sejarah perkeretaapian Bondowoso di masa lalu, seperti miniatur kereta dan gerbongnya, komoditas perekonomian masa itu, alat-alat perkeretaapian yang digunakan, hingga replika gerbong maut.

 

Ki Ronggo I atau Raden Bagus Asra adalah pembabat alas dan merupakan Bupati pertama Bondowoso. Sosok besar di balik berdirinya sebuah kabupaten Bondowoso wafat dan dikebumikan di Kec. Sekarputih, Bondowoso, yang kini makamnya menjadi komplek makam keluarga Ki Ronggo. Makam Ki Ronggo senantiasa dikunjungi warga yang ingin berziarah dan mengenang perjuangan Ki Ronggo.

 

Monumen Gerbong Maut sebuah monumen perjuangan para pejuang – pejuang Bondowoso dalam melawan dan mengusir penjajah belanda pada Tahun 1947. Saat itu, penjajah Belanda menangkap dan menahan 100 orang tawanan dari Bondowoso untuk dibawa ke penjara Kalisosok Surabaya dengan menggunakan gerbong tanpa ventilasi. Sebanyak 46 orang meninggal, 11 sakit parah, 31 sakit dan 12 masih sehat. Untuk mengenang tragedi ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso membangun Monumen Gerbong Maut yang tepat diletakkan di depan alun-alun Kabupaten Bondowoso dan kini menjadi city landmark Bondowoso.