Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah Ijen memiliki kaldera yang terluas di Pulau Jawa dengan keunikan fenomena blue fire yang hanya ada dua di dunia. Selain keunikan blue fire dan pemandangan sunrise yang mempesona, wisatawan dapat menjumpai aktivitas penambang belerang tradisional.

 

Kawah Wurung menawarkan pesona hamparan perbukitan hijau dengan padang rumput yang indah. Nama Kawah Wurung sendiri berasal dari salah satu bukit yang memiliki ceruk menyerupai kawah, namun tidak ada kawah di dalamnya atau “Wurung” yang dalam bahasa Jawa berarti “tidak jadi”. Pengunjung juga dapat melakukan aktivitas bersepeda, ATV, camping, dan outbond di Kawah Wurung.

 

Pemandian Air Hangat Blawan merupakan tujuan yang tepat bagi pengunjung yang menginginkan relaksasi untuk membuat tubuh kembali bugar. Air hangat diyakini memiliki khasiat kesehatan bagi pengunjung yang berendam. Pemandian Air Hangat Blawan ditunjang dengan fasilitas sejumlah kolam bersama serta fasilitas penunjang lainnya seperti lahan parkir yang luas dan mushola untuk beribadah.

 

Agrowisata ini dikelola oleh PTP Nusantara XII Kalisat Jampit. Luas areal perkebunan ini, ±4000 ha dan terletak pada ketinggian 900mdpl. Setiap wisatawan menyaksikan proses pengepakan kopi, panen kopi dan pabrik kopi, proses pengeringan kopi dan proses penggilingan kopi sehingga menjadi kopi instan siap saji yang memiliki rasa dan aroma khas kopi arabika. Selain kopi, wisatawan juga dapat melihat dan menikmati agrowisata buah stroberi yang juga dibudidayakan di area perkebunan Kalisat Jampit.

 

Air Terjun Blawan berlokasi tidak jauh dari Pemandian Air Hangat Blawan. Air Terjun Blawan merupakan hilir dari Kalipait rembesan Kawah Ijen yang penuh dengan kadar belerang dan dikelilingi oleh tumbuhan makadamia dan lumut. Keunikan Air Terjun Blawan adalah airnya yang besar langsung menuju sungai bawah tanah, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati aliran sungai di bawahnya.

 

Kalipait merupakan rembesan Kawah Ijen yang mengalir menjadi sunga kecil dengan kadar belerang yang cukup tinggi. Tingginya kadar belerang menyeabkan air yang mengalir berwarna kehijauan dan berbusa. Kalipait memiliki panorama yang indah dengan tebing-tebing batunya yang melandai dan di sekelilingnya terdapat hutan pinus yang menyegarkan mata.

 

Puncak Megasari merupakan puncak perbukitan di Kecamatan Ijen yang menyuguhkan pemandangan pegunungan yang memukau. Pemandangan sunrise di Puncak Megasari sangat menawan sehingga kerap digunakan sebagai camping ground. Puncak Megasari menjadi spot andalan untuk take off olahraga paralayang dan telah berkali-kali digunakan untuk menyelenggarakan kompetisi paralayang tingkat nasional hingga internasional.

 

Gunung Raung memiliki pemandangan yang menarik dengan kawah terbesar kedua di Indonesia serta hamparan flora dan berbagai jenis satwa. Pendakian Gunung Raung merupakan wisata minat khusus yang memerlukan kekuatan fisik dan pengalaman mendaki. Sejumlah pemandu berpengalama siap mendampingi wisatawan menikmati indahnya pemandangan Gunung Raung.

 

Pesanggrahan Sumber Wringin merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda di Indonesia yang dibangun sekitar tahun 1930. Semula bangunan ini menjadi tempat istirahat bagi pengawas perkebunan. Kini tempat yang sering juga disebut “kamar bola” ini menjadi base camp atau pos pertama pendakian Gunung Raung. Pesanggrahan Sumber Wringin memiliki lima buah kamar yang dapat disewa dan sebuah aula pertemuan berkapasitas 100 orang.

 

Tirta Agung menyuguhkan pengalaman menikmati kuliner yang menyenangkan dengan kolam ikan yang luas dan gazebo-gazebo yang asri di sekelilingnya. Pemandangan persawahan berundak (terasering) menjadi latar belakang yang menyegarkan di destinasi wisata Tirta Agung. Tirta Agung dilengkapi restaurant dan kolam renang untuk mendukung aktivitas para pengunjung.

 

Tempat ini berupa rumah peninggalan Belanda yang mulanya digunakan sebagai tempat peristirahatan pengawas perkebunan. Lokasinya yang berada di kaki gunung Ijen membuat suasana di sini sangat sejuk dan menyegarkan. Desain bangunan ini memiliki kekhasan eropa, mulai dari material kayunya, bentuk teras, interior kamarnya hingga perapian yang ada di dalam ruang utama. Tempat ini sangat cocok digunakan untuk acara gathering keluarga atau komunitas

 

Almour menawarkan pemandangan rawa indah yang dilengkapi dengan berbagai sarana sebagai wahana permainan sehingga cocok untuk dinikmati bersama keluarga. Berbagai permainan air dan atraksi lain seperti flying fox tersedia di sana. Pengunjung dapat menikmati kuliner yang ada sembari menikmati pemandangan rawa indah Alas Sumur. Terdapat sejumlah paket wisata yang ditawarkan seperti praktek membuat kuliner tradisional, membuat kerajinan, menginap di homestay,  hingga pengalaman makan siang di tengah sawah.